KERANGKA TEORI
Teori Informasi
Konsep dasar teori informasi adalah berasal dari Claude Shannon dan Warren Weaver dalam buku The Mathematical Theory of Communication. Menurut teori ini, inforamsi adalah jumlah ketidakpastian yang dapat diukur dengan cara mereduksi sejumlah laternatif pilihan yang tersedia. Informasi berkaitan dengan situasi yang tidak pasti. Semakin tidak pasti uatu situasi, maka semakin banyak pula alternatif (baca:informasi) yang dapat digunakan secara berturut-turut dan bertumapang-tindih (reduktif) untuk mengurangi ketidakpastian tersebut.
Informasi adalah sesuatu yang mengurangi ketidakpastian akan sesuatu (Sendjaja, 1998:84). Littlejohn (1998) mengupas bahwa informasi adalah pengukuran ketidakpastian atau entropi dalam suatu situasi. Semakin besar ketidakpastian maka semakin banyak informasi yang dibutuhkan. Bila situasi ini dapat diperkirakan seluruhya, maka tidak ada informasi yang tersaji. Kondisi ini disebut juga dengan istilah negentropi. Dengan kata lain, suatu situasi dengan mana sebetulnya kita kenal, berarti tidak memiliki informasi baru bagi kita.
Untuk mengurangi ketidakpastian, dibutuhkan paling sedikit dua alternatif pilihan, sebab jika hanya satu yang diperlukan berarti semuanya sudah pasti. Littlejohn menguraikannya : “information can be thought of as the number of choiches, or alternatives, available to person in predicting the outcome or situation. In a complex situation of many possible outcomes, more information is available than in a simple situation withfew outcomes” (sejumlah pilihan, alternatif yang tersedia bagi seseorang untuk memprediksi hasil dalam suatu situasi. Dalam situasi yang kompleks dimana banyak kemungkinan hasilnya, lebih banyak informasi bisa didapatkan disbanding dalam situasi yang sederhana dengan sedikit hasil).
Sumber Informasi
Informasi yang diterima oleh seseorang tidak hanya berasal dari satu sumber saja. Informasi dapat diperoleh dari pengamatan individual, percakapan dengan orang lain, dari media massa, dan lain sebagainya. Sumber informasi di masyarakat terbagi menjadi dua jenis, yaitu sumber informasi dari saluran media massa (Jahi, 1989: 109).
Ada pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan seseorang dalam menggunakan suatu sumber informasi, yang salah satunya adalah sikap terhadap karakteristik sumber tersebut. Karakteristik sumber ini, oleh Alexis S.Tan disebutkan antara lain adalah : pertama, Kredibilitas, dapat atau tidaknya sebuah sumber dipercaya tergantung pada keahlian dan kejujuran. Kedua, daya tarik, penerima informasi cenderung tertarik bila sumber memiliki kesamaan, keakraban, disukai dan menarik secara fisik. Ketiga, kekuasaan, sumber informasi efektif mengubah perilaku penerima informasi karena ia memiliki kemampuan mengubah control, kemampuan memperhatikan apakah penerima informasi tunduk atau tidak, kemampuan meneliti apakah penerima informasi tunduk atau tidak (Tan, 1981: 104).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar