Minggu, 03 Agustus 2008

kerangka teori

KERANGKA TEORI
Teori Informasi
Konsep dasar teori informasi adalah berasal dari Claude Shannon dan Warren Weaver dalam buku The Mathematical Theory of Communication. Menurut teori ini, inforamsi adalah jumlah ketidakpastian yang dapat diukur dengan cara mereduksi sejumlah laternatif pilihan yang tersedia. Informasi berkaitan dengan situasi yang tidak pasti. Semakin tidak pasti uatu situasi, maka semakin banyak pula alternatif (baca:informasi) yang dapat digunakan secara berturut-turut dan bertumapang-tindih (reduktif) untuk mengurangi ketidakpastian tersebut.
Informasi adalah sesuatu yang mengurangi ketidakpastian akan sesuatu (Sendjaja, 1998:84). Littlejohn (1998) mengupas bahwa informasi adalah pengukuran ketidakpastian atau entropi dalam suatu situasi. Semakin besar ketidakpastian maka semakin banyak informasi yang dibutuhkan. Bila situasi ini dapat diperkirakan seluruhya, maka tidak ada informasi yang tersaji. Kondisi ini disebut juga dengan istilah negentropi. Dengan kata lain, suatu situasi dengan mana sebetulnya kita kenal, berarti tidak memiliki informasi baru bagi kita.
Untuk mengurangi ketidakpastian, dibutuhkan paling sedikit dua alternatif pilihan, sebab jika hanya satu yang diperlukan berarti semuanya sudah pasti. Littlejohn menguraikannya : “information can be thought of as the number of choiches, or alternatives, available to person in predicting the outcome or situation. In a complex situation of many possible outcomes, more information is available than in a simple situation withfew outcomes” (sejumlah pilihan, alternatif yang tersedia bagi seseorang untuk memprediksi hasil dalam suatu situasi. Dalam situasi yang kompleks dimana banyak kemungkinan hasilnya, lebih banyak informasi bisa didapatkan disbanding dalam situasi yang sederhana dengan sedikit hasil).

Sumber Informasi
Informasi yang diterima oleh seseorang tidak hanya berasal dari satu sumber saja. Informasi dapat diperoleh dari pengamatan individual, percakapan dengan orang lain, dari media massa, dan lain sebagainya. Sumber informasi di masyarakat terbagi menjadi dua jenis, yaitu sumber informasi dari saluran media massa (Jahi, 1989: 109).
Ada pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan seseorang dalam menggunakan suatu sumber informasi, yang salah satunya adalah sikap terhadap karakteristik sumber tersebut. Karakteristik sumber ini, oleh Alexis S.Tan disebutkan antara lain adalah : pertama, Kredibilitas, dapat atau tidaknya sebuah sumber dipercaya tergantung pada keahlian dan kejujuran. Kedua, daya tarik, penerima informasi cenderung tertarik bila sumber memiliki kesamaan, keakraban, disukai dan menarik secara fisik. Ketiga, kekuasaan, sumber informasi efektif mengubah perilaku penerima informasi karena ia memiliki kemampuan mengubah control, kemampuan memperhatikan apakah penerima informasi tunduk atau tidak, kemampuan meneliti apakah penerima informasi tunduk atau tidak (Tan, 1981: 104).

latar belakang dan rumusan masalah

Seperti yang dijelaskan dalam salah satu buku karangan Hikmat Budiman mengenai kebudayaan Indonesia, bahwa kebudayaan Indonesia walaupun berneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India, dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India termasuk masuk dari penyebaran agama Hindu dan Budha di nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-Kerajaan yang bernafaskan Hindu dan Budha sempat mendominasi nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya Kerajaan tertua di nusantara Kutai, sampai penghujung abad ke-15 Masehi.
Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif dari pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik.
Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah akar daripada kebudayaan modern di Indonesia semisal kebudayaan Jawa dan Betawi. Kebudayaan Arab masuk bersama dengan penyebaran agama islam oleh pedagang-pedagang Arab yang singgah di Nusantara dalam perjalanan mereka menuju Tiongkok.

RUMUSAN MASALAH
Pokok permasalahan yang akan diteliti didasarkan pada latar belakang di atas adalah adakah hubungan antara media komunikasi dengan berkembangnya kebudayaan indonesia saat ini? Dan bagaimana pengaruh media komunikasi dalam perkembangan budaya Indonesia?

bahasa merupakan salah satu unsur kebudayaan indonesia

Bahasa adalah alat perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan antara satu dengan yang lain baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati dan keinginan lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.
Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi dua, yaitu fungsi umum dan fungsi khusus.
- Fungsi secara umum antara lain untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial.
- Fungsi secara khusus antara lain untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bangsa Indonesia menggunakan satu bahasa yang wajib digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari yaitu bahasa Indonesia. Bahasa ini merupakan bahasa nasional Indonesia dan merupakan salah satu identitas bangsa yang mampu menyatukan bangsa Indonesia.
Kebudayaan Indonesia dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum bentuknya nasional Indonesia pada tahun 1945. seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan integral daripada kebudayaan Indonesia.
Sekarang ini, kebudayaan Indonesia yang kita kenal telah mengalami berbagai perkembangan dan sudah tidak tradisional seperti jaman dahulu. Untuk dapat mengetahui berbagai macam informasi mengenai kebudayaan Indonesia dan perkembangannya saat ini tidak lain berkat adanya media komunikasi.
Media komunikasi yang ada dibagi menjadi dua, yaitu media cetak dan media elektronik. Media cetak seperti Koran, majalah, buku, dan lain sebagainya. Sedangkan media elektronik antara lain televisi, komputer (internet), radio, dan lain sebagainya. Perkembangan media komunikasi yang sangat cepat saat ini, merupakan salah satu faktor pendukung untuk lebih mengenal budaya sendiri, yaitu budaya Indonesia.

Hubungan antara media komunikasi dengan perkembangan kebudayaan indonesia

LATAR BELAKANG
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Indonesia mempunyai mempunyai beranekaragam kebudayaan. Baik itu tarian tradisionalnya, rumah adat, upacara keagamaan, sistem kepercayaan, sistem kekerabatan, baju daerah, sampai bahasa daerahnya pun hampir berbeda-bada di setiap daerah. Hal tersebutlah yang membuat bangsa Indonesia disebut dengan bangsa yang majemuk (bangsa yang mempunyai banyak perbedaan adat istiadat di setiap daerahnya).

tugas uas kom.kontemporer

Judul : Hubungan antara Media komunikasi dengan Perkembangan Budaya Indonesia
Abstrak : Indonesia mempunyai mempunyai beranekaragam kebudayaan. Baik itu tarian tradisionalnya, rumah adat, upacara keagamaan, baju daerah, sampai bahasa daerahnya pun hampir berbeda-bada di setiap daerah. Untuk dapat mengetahui berbagai macam informasi mengenai kebudayaan Indonesia dan perkembangannya saat ini tidak lain berkat adanya media komunikasi. Media mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan budaya di Indonesia sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa media mempunyai hubungan yang erat dengan kebudayaan Indonesia
Kata kunci : Media dan Budaya Indonesia